Postingan

Menampilkan postingan dengan label fiksi

RINTIK YANG TERTINGGAL

Gambar
  Bab 1 – Pertemuan yang Tidak Selesai   Langit kota hari itu terlihat terang tapi tidak hangat. Matahari memantul dari jendela-jendela gedung tinggi, menciptakan bayangan panjang di trotoar yang mulai padat oleh orang-orang berseragam kerja. Di tengah hingar-bingar perkotaan, ada satu jendela yang tidak pernah terbuka penuh. Jendela itu milik seorang pria yang lebih memilih membiarkan udara masuk lewat celah kecil, cukup untuk menyapa tapi tidak untuk tinggal.   Namanya Reza .   Pagi itu, seperti pagi-pagi lainnya, dia duduk sendiri di ruang tengah apartemennya. Cangkir kopi hitam dibiarkan di atas meja, menguap pelan. Televisi menyala tanpa suara, hanya menjadi latar gerak yang tak penting. Di tangannya, sebuah buku yang sudah lama tidak ia sentuh kembali terbuka di halaman ke-43—halaman yang dulu ditandai oleh tangan seseorang yang pernah tinggal di ruangan yang sama.   Hujan semalam belum sepenuhnya mengering. Beberapa titik air masih mengga...

The Unspoken (Yang Tak Pernah Dibicarakan)--Part 3

Gambar
  "Ada hal-hal  yang tak pernah terucap, tapi tinggal selamanya di dada" Bab 7 — Ruang yang Kupilih Sendiri   Sudah tiga minggu sejak senja di pantai itu.   Hari-hari Raysa tak berubah banyak dari luar—dia masih datang ke kelas pagi, mengerjakan skripsi, dan membantu di rumah saat diminta. Tapi di dalam dirinya, ada sesuatu yang perlahan berubah.   Ia tak lagi berusaha menjadi versi terbaik menurut orang lain. Ia hanya ingin jadi versi paling jujur dari dirinya.   Satu malam, saat rumah tenang dan Ayah sedang di luar kota, Ibu mengetuk pintu kamar Raysa.   “Ibu boleh masuk?”   Raysa mengangguk.   Ibu duduk di tepi ranjang. Tangannya memegang Alkitab, tapi tak membukanya.   “Kamu pernah takut kehilangan Tuhan, Sayang?”   Pertanyaan itu datang tiba-tiba. Raysa menatap wajah Ibu—matanya sembab, ada kelelahan yang tidak ia kenali sebelumnya.   “Aku… pernah,” jawab Raysa pelan. “Tapi yang lebi...