Postingan

Menampilkan postingan dengan label healing

Pemeran Utama Dalam Hidupku

Gambar
Bab 1: Aku, yang Selalu Duduk di Kursi Penonton   Namaku Rania. Kata orang, aku perempuan yang sabar. Kalem. Pengertian. Pemaaf. Kata mereka, aku wanita beruntung karena memiliki pasangan seperti Damar—mapan, manis, dan penuh perhatian.   Dan aku selalu tersenyum setiap kali mendengar itu. Karena lebih mudah berpura-pura bahagia… daripada menjelaskan bahwa semua itu hanya tampilan luar. Aku bukan pasangan beruntung. Aku cuma penulis naskah kehidupan Damar. Dan selama bertahun-tahun, aku cuma jadi figuran dalam kisahku sendiri.   Pernah nonton drama yang bagus, tapi kamu tahu semua itu bohong? Begitulah aku hidup.   Semua orang kenal Damar sebagai pria yang lemah lembut. Tapi tak ada yang tahu bahwa sifat lembutnya hanya muncul kalau ada kamera kehidupan orang lain mengarah padanya.   Kalau di rumah? Dia lebih sibuk dengan ponselnya. Sering lupa kalau aku juga manusia. Dan aku? Aku tetap tersenyum di depan teman-temanku. Tetap po...

Kadang Kita Cuma Butuh Didengar, Bukan Diperbaiki

Gambar
 Pernah gak kamu cerita ke seseorang, tapi malah diberi nasihat panjang yang tidak kamu minta? Padahal saat itu, kamu cuma ingin bercerita. Cuma ingin ada yang bilang, “Aku dengar, dan aku di sini.” Kadang kita tidak butuh solusi. Tidak perlu saran. Tidak ingin dikuat-kuatkan. Kita cuma ingin merasa tidak sendiri. Tapi dunia terlalu terburu-buru memperbaiki luka yang bahkan belum sempat kita pahami. Kita belajar menyimpan segalanya sendiri. Karena takut disalahkan. Karena takut dianggap terlalu lemah, terlalu drama, terlalu sensitif. Padahal tidak semua tangis harus dihentikan. Tidak semua rasa sedih harus disembunyikan. Hari ini, jika kamu merasa ingin didengar—tulislah. Menangislah. Peluk dirimu sendiri sejenak. Kamu tidak salah karena merasa. Dan kamu tidak lemah hanya karena butuh ruang untuk diam. Kadang, mendengar adalah bentuk cinta paling sunyi. Dan kamu layak dicintai, bahkan dalam keheninganmu.